Ini 5 Fintech Pinjaman Online yang Telah Kantongi Izin OJK

Dipublikasikan oleh Munandar pada

Hingga 15 Mei 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat 113 Fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) terdaftar. Dari sekian banyak baru ada 5 fintech pinjaman online punya izin OJK. Sementara 40 perusahaan fintech yang telah terdaftar saat ini tengah mengajukan izin ke OJK.

Bisnis fintech peer to peer lending di Indonesia menjadi salah satu bisnis milenial yang memiliki prospek bagus. Tapi jangan salah, fintech juga punya tantangan untuk menjadi lembaga keuangan non bank legal dan terpercaya. Salah satunya, mereka diwajibkan untuk mengantongi izin bisnis dari OJK.

OJK sebagai lembaga yang berfungsi mengatur dan mengawasi kegiatan sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam perkembangan fintech di Indonesia. Tidak berlebihan jika selama ini OJK menjadi lembaga yang paling aktif menyorot kehadiran bisnis teknologi di Indonesia. Bukan sebatas memberikan kepastian hukum terhadap pelaku fintech saja, jauh dari hal tersebut OJK juga berperan untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen.

5 Fintech Berizin OJK

Daftar Fintech Berizin OJK
Daftar Fintech Berizin OJK

Peraturan dan regulasi yang dikeluarkan OJK bersifat final untuk seluruh bisnis fintech yang menawarkan jasa keuangan di Indonesia. Tidak heran jika selama ini OJK bekerjasama dengan Kominfo telah menutup lebih dari seribu situs dan aplikasi fintech ilegal.

Selama empat tahun terakhir, secara perlahan OJK mendorong pelaku Fintech P2P Lending untuk mendaftarkan diri sebagai jasa keuangan non bank. Hingga ulasan ini diterbitkan setidaknya telah ada 113 perusahaan Fintech yang mengantongi tanda terdaftar. Tanda terdaftar menjadi salah satu syarat perusahaan Fintech dapat mengajukan izin.
Dari sekian banyak perusahaan fintech terdaftar baru ada 5 fintech yang sudah dapat izin OJK. Berikut 5 fintech pinjaman online yang sudah kantongi izin OJK.

1. Danamas

Danamas merupakan fintech P2P Lending pertama yang memperoleh izin operasional dari OJK. Dilansir dari situs resmi OJK, perusahaan ini telah mendapatkan izin operasional sejak 06 Juli 2017. Danamas dioperasikan oleh PT Pasa Dana Pinjaman dan di bawah naungan Sinarmas Financial Service untuk memberikan layanan jasa keuangan. Lebih lanjut Danamas menawarkan pinjaman online bagi pelaku usaha mikro yang bergerak di segmen produktif untuk memperoleh tambahan modal usaha.

Sebagaimana ciri utama bisnis Peer to Peer Lending, perusahaan fintech yang berkantor pusat di Jl. MH Thamrin No. 51 Jakarta ini menjadi plaftorm yang mempertemukan peminjam dan pemodal. Secara umum cara kerja Danamas dilakukan dengan menghimpun pemodal untuk membiayai pinjaman yang diajukan oleh peminjam.

Dengan kata lain Danamas tidak hanya mencari keuntungan bagi perusahaan namun juga berkontribusi memberikan keuntungan bagi pemodal dan pencari pinjaman. Dengan bergabung sebagai pemodal Anda dapat memperoleh keuntungan dari investasi yang Anda lakukan dengan membiayai pinjaman.

Sebaliknya, Danamas juga bermanfaat bagi peminjam khususnya pelaku UKM di Indonesia yang selama ini kesulitan mengakses produk kredit dari bank. Bagaimana tidak, dengan sistem pengajuan online, pelaku usaha dapat mengajukan proposal pinjaman guna meningkatkan bisnis mereka. Dengan metode ini sistem pinjam meminjam digadang-gadang lebih efektif karena bisa langsung memperoleh pinjaman dari pemodal. Sejarah panjang Danamas dalam memberikan pelayanan jasa keuangan telah mengantarkan perusahaan tersebut sebagai fintech pinjaman online punya izin OJK pertama.

Baca Juga: Apakah Kredit Pintar Terdaftar di OJK?

2. Investree

PT Investree Radhika Jaya atau yang lebih akrab disebut sebagai Fintech Investree menjadi salah satu dari lima fintech pinjaman online kantongi izin OJK. Investree memperoleh izin operasional sejak 13 Mei 2019. Sebagai perusahaan finansial teknologi Investree menawarkan dua jenis model pinjam meminjam yakni berbasis konvensional dan syariah.

Sebagaimana misinya, Investree berhadap mampu menjadi online marketplace yang mempertemukan antara seseorang yang butuh dana pinjaman dan orang lain yang bersedia memberikan pinjaman. Menariknya layanan Investree tidak hanya terbatas dengan sistem konvensional saja. Melainkan juga membuka layanan dengan sistem syariah guna memenuhi kebutuhan masyarkat Indonesia.

Sejak tanggal 31 Mei 2017 Investree telah memiliki nomor tanda terdaftar dan sesuai regulas memperoleh izin operasional baru-baru ini. Anda dapat memanfaatkan platform Fintech P2P Lending tersebut untuk dua tujuan yakni menjadi investor dengan mendaftarkan diri sebagai Lender. Atau mendaftarkan diri untuk mengajukan pinjaman sebagai Borrower. Dengan adanya izin dari OJK sedikit banyak menunjukkan bahwa perusahaan fintech yang satu ini diselenggarakan secara baik dan profesional.

3. Amartha

Amartha berdisi sebagai perusahaan microfintech sejak tahun 2010 dengan cara kerja menghubungkan antara pelaku usaha di pedesaan dengan pemberi pinjaman. Seiring perkembangan zaman Amartha telah tumbuh sebagai Fintech pinjaman online atau P2P Lending yang menyediakan wadah bagi pelaku usaha mikro yang butuh pinjaman dengan orang yang bersedia meminjamkan dana.

Usaha Amartha dalam mengikuti peraturan dan regulasi OJK pun bisa diacungi jempol. Hal ini terbukti dengan terdaftarnya Amartha sebagai salah satu P2P Lending dan kemudian memperoleh izin operasional dari OJK bersamaan dengan Investree pada tanggal 13 Mei 2019.

Perusahaan yang dikomandoi oleh Andi Taufan Garuda Putra ini cenderung mengutamakan layanan bagi usaha mikro dan kecil yang memiliki peran dalam menciptakan dampak sosial.

Pendana serta peminjam di Amartha sama-sama bakal memperoleh keuntungan dimana pendana akan mendapatkan return menarik bahkan bisa mencapai 15% per tahun.

Disisi lain peminjam yang mengajukan pinjaman melalui platform Amartha pun memperoleh keuntungan dari modal yang mereka terima (pinjam). Investree sendiri menawarkan pinjaman bagi pelaku usaha mikro dan kecil dengan plafon mulai Rp 3 juta dan tenor selama 12 bulan.

4. Dompet Kilat

Sedikit berbeda dari ketiga fintech di atas, Dompet Kilat cenderung memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pinjaman guna memenuhi kebutuhan konsumtif. Beberapa pembiayaan yang bisa Anda ajukan melalui Dompet Kilat diantaranya Biaya pendidikan, kesehatan, renovasi rumah, liburan, dan sebagainya. Dompet Kilat menawarkan pinjaman mulai Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000 dengan durasi selama 7, 15, 21, dan 30 hari.

Sebagai Fintech P2P Lending fintech yang diluncurkan oleh PT Indo Fin Tek ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang berniat memberikan pendanaan. Anda dapat mendaftarkan diri sebagai investor dan menghasilkan dari pendanaan yang Anda berikan.

Dari penelusuran yang kami lakukan melalui website resmi OJK, Dompet Kilat telah memperoleh nomor tanda terdaftar sejak 2017 silam dan memperoleh izin per tanggal 13 Mei 2019. Jika Anda berniat mengajukan pinjaman atau investasi sejumlah dana tidak ada salahnya memilih fintech pinjaman online ber izin OJK yang satu ini.

5. KIMO

Mirip dengan Investree dan Amartha, KIMO merupakan penyelenggara pinjam meminjam dengan mengandalkan sistem teknologi informasi. Aplikasi pinjam meminjam online yang diselenggarakan oleh PT PT Creative Mobile Adventure ini telah memperoleh izin OJK sejak tanggal 13 Mei 2019.

Bedanya KIMO dengan jenis Fintech lain ialah target pasar yang mereka sasar. KIMO utamanya memberikan layanan bagi pedagang pulsa yang ingin mengembangkan bisnis mereka. Guna meningkatkan jasa tersebut KIMO telah bekerjasama dengan para distributor Telkom, Xl, dan Indosat.

Fintech pinjaman online punya izin OJK ini khusus ditujukan bagi para pedagang pulsa. Anda dapat mengajukan sejumlah pinjaman dalam pembelian pulsa yang kemudian Anda jual kembali. Kehadiran KIMO cukup bermanfaat khususnya bagi para pedagang pulsa yang selama ini kesulitan mengakses pinjaman dari perbankan untuk meningkatkan bisnis mereka.


Munandar

Mengawali karier sebagai seorang Marketing KTA memaksa saya harus terjun ke dunia digital hingga terdampar di sini. Simak terus tips dalam coretan saya di hiduphemat.com.