Bahaya Pakai Akses Cepat APK Pinjaman

Dipublikasikan oleh Munandar pada

Akses cepat APK pinjaman semakin hari semakin banyak ditawarkan bagi pengguna. Memang semenjak kehadiran Fintech P2P Lending kecenderungan masyarakat mengakses aplikasi pinjam uang tanpa ribet semakin meningkat. Disamping jumlah pengguna semakin banyak, totap penyaluran Kredit Fintech juga mengalami peningkatan signifikan. Bahkan dalam empat bulan pertama tahun 2019 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran Kredit Fintech Peer to Peer Lending telah mencapai Rp 37,01 triliun. Dibandingkan tahun lalu, penyaluran ini meningkat lebih dari 60%. Data tersebut membuktikan bahwa masyarakat milenial semakin percaya untuk menginvestasikan dana maupun mencari pinjaman melalui platform Fintech P2P Lending.

Akses Cepat APK Pinjaman Online

Aplikasi pinjaman online bukan memberikan layanan pinjam uang tanpa bunga, tapi cenderung memberikan jasa pinjaman yang lebih cepat dan mudah. Bahkan jika dibandingkan dengan bunga kredit bank dan pegadaian pinjaman yang ditawarkan oleh perusahaan fintech jauh lebih besar.

Maraknya pinjam meminjam online dengan bunga tinggi yang meresahkan masyarakat telah mendorong OJK mengeluarkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut berkaitan dengan suku bunga maksimal pada jasa keuangan non bank (pinjaman online) tidak boleh lebih dari 0,8% per hari. Bahkan OJK dengan tegas mengultimatum pemain fintech yang kedapatan membebani suku bunga lebih dari 0,8% per hari bagi peminjam.

Meski upaya OJK dan Kominfo dalam memberantas dan melakukan pemblokiran terhadap fintech ilegal terus dilakukan. Bukan berarti praktik pinjam meminjam ilegal musnah begitu saja. Buktinya masih banyak promosi masif yang dilakukan fintech ilegal dengan menawarkan akses cepat APK pinjaman online. Padahal jasa pinjaman ilegal sangat rentan akan penipuan dan pencurian data yang berujung pada kerugian pengguna.

Baca: Ini Fintech yang Telah Kantongi Izin OJK

akses cepat apk pinjaman online

Bahaya Install Akses Cepat APK Pinjaman Ilegal

Berikut beberapa hal yang bisa membahayakan diri jika Anda salah memilih aplikasi pinjaman online.

1. Pencurian dan Penyalahgunaan Data

Bagi Anda yang sudah pengalaman ajukan pinjaman online pastinya sudah sangat akrab dengan data pribadi dan foto identitas diri. Identitas yang diminta pun cukup beragam ada yang minta foto KTP, Id Card Karyawan, hingga NPWP.

Setiap fintech terdaftar dan berizin diwajibkan untuk melindungi data konsumen sehingga keamanan data cukup terjamin. Lebih dari hal tersebut, fintech wajib memiliki sistem keamanan sehingga terhindar dari peretasan yang dapat merugikan konsumen.

Beda halnya dengan fintech ilegal dan tidak memiliki izin dari OJK. Praktik ini biasanya ditawarkan secara personal bahkan menghalalkan segala cara. Tidak jarang akses cepat APK pinjaman ditawarkan melalui SMS, sosial media, dan media lain yang tidak memiliki kredibilitas.

Parahnya lagi aplikasi pinjaman online ini hanya dapat Anda install melalui sumber yang tidak dapat dipercaya. Jika Anda terjebak dengan tawaran install aplikasi semacam ini bisa jadi bukan pinjaman yang Anda dapatkan tapi justru data Anda akan disalahgunakan. Bayangkan saja, KTP yang bersifat unik di Indonesia dianggap sebagai identitas paling valid. Jika KTP yang Anda serahkan melalui aplikasi pinjaman online ilegal disalahgunakan, apa yang akan terjadi?

2. Terjebak Pinjaman dari Rentenir Online

Jikapun jasa kredit online yang Anda ajukan melalui akses cepat APK pinjaman online benar-benar memberikan pinjaman. Bukan berarti lembaga tersebut bisa langsung kita cap sebagai lembaga keuangan terpercaya. Lebih lanjut, OJK memiliki peran dalam setiap pengawasan dan penertiban bisnis jasa keuangan di Indonesia dengan peraturan dan regulasi.

Pinjaman online yang tidak terdaftar dan berizin OJK rentan melanggar peraturan sehingga cenderung merugikan peminjam. Sebagai contoh kecil, bunga pinjaman fintech telah diatur OJK dengan memberikan batas atas sebesar 0,8% per hari. Jika Anda menerima tawaran pinjaman dengan bunga di atas batas atas tersebut kiranya wajib waspada. Bisa jadi Anda mengajukan pinjaman di lembaga yang salah.

3. Risiko Penagihan yang Tak Manusiawi

Pernahkah Anda membaca berita dan curhatan dari pengalaman peminjam online yang resah karena ditagih dengan cara tak manusiawi? Sudah bunga nya besar, cara penagihannya pun tergolong kasar.

Parahnya lagi aplikasi pinjaman ilegal kerap mencuri data ponsel sehingga bisa membaca kontak dan pesan dalam smartphone yang Anda gunakan. Jika hal ini terjadi tidak menutup kemungkinan penagihan dilakukan masif dengan cara mengirimkan pesan ke semua kontak yang Anda dalam HP. Tujuan ini bukan untuk menyegerakan peminjam melunasi tagihan tapi lebih ke arah mempermalukan peminjam dari komunitas/ lingkungan nya.

Baca: Pengajuan Dadakan Pinjaman Uang Lewat HP

Tips Memilih APK Pinjaman Online

Biar tidak terjerat pada pinjaman ilegal atau rentenir online yang merugikan. Sebaiknya Anda waspada sebelum menginstall dan menggunakan aplikasi pinjaman online. Berikut beberapa tips sederhana dalam memilih akses cepat APK pinjaman online.

  • Pastikan hanya menginstall aplikasi yang bersumber dari Playstore jika Anda pakai Android atau APP Store jika Anda menggunakan IOS.
  • Pastikan penyelenggara pinjam meminjam online tersebut telah terdaftar atau berizin OJK.
  • Memastikan aplikasi yang hendak Anda install tidak meminta akses untuk membaca kontak dalam ponsel.
  • Hindari tawaran dari media yang kurang kredibel misalnya SMS, sosial media, dan sebagainya.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keamanan harapannya Anda bisa memperoleh akses cepat APK pinjaman legal. Memilih aplikasi pinjaman online terdaftar OJK menjadi langkah pertama dan utama yang tidak boleh Anda remehkan.


Munandar

Mengawali karier sebagai seorang Marketing KTA memaksa saya harus terjun ke dunia digital hingga terdampar di sini. Simak terus tips dalam coretan saya di hiduphemat.com.